pulangnya, Cecilia berpisah dengan Geraldine.
Di tengah jalan, ia bertemu dengan Andrew.
"Huaaaaaa... ada cewek cengeng!" ejek Andrew. Cecilia ingin menangis lagi, tapi ia ingat kata-kata Geraldine 'jangan dia saja dong!' maka ia berseru,
"baik! aku cengeng. nah, bagaimana aku bisa tidk menangis? shortcake itu dibuat oleh kakakku dan sekarang dia sudah meninggal! kau puas? apa kau bisa tidak menangis karena itu? masih bolehlah kalau kau meminta maaf. kau yang salah! pakai mengejek segala kau ini. dasar tidak punya perasaan! aku muak denganmu!" seru Cecilia. nafasnya terengah. Andrew membelalak kaget.
"dibuat oleh.. kakakmu.. meninggal..?" gagap Andrew.
"iya! kau puas sekarang, hah?" usai berkata begitu, ia meneruskan perjalanannya ke rumah. saat melewati Andrew, matanya melihat dengan tajam ke arah Andrew. Dia sendiri hanya terdiam terkejut, Andrew kira Cecilia akan menangis lagi..
********************************************************************************
"Hei, Cecil!" panggil Geraldine.
"Hai, Gerald," sapa Cecilia.
"Tumben kau ingat menjemputku hari ini!" goda Geraldine.
"Sebenarnya aku lupa, sih, tapi karena aku punya sesuatu untuk diceritakan, maka aku datang ke rumahmu hari ini. ingat, kan, sekarang hari Sabtu?" tanya Cecilia. Geraldine menepuk dahinya.
"Aku lupa!"
"Dasar!! kita ini kompak, ya..."
*********************************************************************************
"APA? KAU MEMBENTAK ANDREW?" seru Geraldine saat Cecilia menceritakan kejadian kemarin. Cecil mengangguk.
"Ckckck, Cecil, kau ini...."
"Aku ini apa?"
"aah, tidak jadi deh."
"Yaaaa, terserah. G, aku pulan dulu ya!"
"Ok. Bye!"
"Bye..."
*********************************************************************************
#Senin#
"Selamat pagi!" sapa Cecil riang begitu memasuki kelasnya. Tapi, sedetik kemudian ia kaget.
Kemana orang-orang? apa sekarang bukan hari senin? Cecil mengecek jam tangannya (ada tanggal). Benar, ini Senin. 15 menit lagi juga masuk kelas. aah, sudahlah. mungkin sedang di jalan, kali.
@TEEEEEETTTTOOOOOOOOTTEEEEEEEEEEEETTTTTTTT@
Cecil cemas sekali. whatever yang terjadi sama teman2 dia yang lain, dia tidak peduli. dia cmas akan Geraldine. Ia mulai mengutuki diri sendiri.Kenapa ia selalu lupa menjempt Geraldine? kenapa? Cecil mulai menangis.
"Geraldine.. hiks, Geraldine.."
GRRRRK!!!
"SURPRISE!!!!!!!!!!" koor teman-teman Cecil. Ia mengangkat kepalanya.
Matanya terbelalak. Teman-temannya, dangan Geraldine paling depan, membawa shortcake besar berhias es krim stroberi. Ah, ia lupa! sekarang hari ulangtahunnya! Segera saja ia berdiri dari tempat duduknya, dan berlari memeluk Geraldine.
"Kau ini.. aku cemas sekali.."
"Ha ha ha.. maaf, tapi namanya juga surprise!"
"Pasti kau mendengar tangisanku, kan?????" tuntut Cecilia.
"Yap, aku sampai harus menahan seseorang dari merusak kejutan."
"Haah? apa maksudmu? siapa yang...?" matanya tertuju ke sebelah Geraldine. Cowok itu masih dipengang ujung kausnya oleh Geraldine. Cowok itu...
"ANDREW?" teriak Cecilia kaget. Sekelas diam.
"BETUL!! saat ia mendengar isakanmu, aku harus memegang kausnya agar ia tidak menghampirimu dan merusak kejutan ini," kata Geraldine puas.
Andrew memalingkan muka.
Cecilia melepaskan pelukannya dari Geraldine dan beringsut mendekati Andrew.
"Thanks, sudah mengkhawatirkan aku," katanya manis.
"Yeah," sahut Andrew, masih tidak mau memandang Cecil.
"Ooh, Andrew! kau jangan ngambek begitu. Hei, Cecil, bilang ke Andrew balasannya mau apa?" seru Gralldine.
"Apa-apaan kau ini Geraldine?" Cecil kaget.
"Ayo, Cecil! kalau tidak, aku pasti akan dicemberuti oleh Andrew sepanjang hidupku.. hiks, hiks..." Geraldine mulai bersandiwara.
Tidak tega, Cecilia akhirnya berkata, "baik. kau mau apa sebagi balasannya, Andrew?"
"Jadi pacarku, mau tidak?" kata Andrew. mukanya masih tidak mau memandang Cecil.
Cecil tanpa ragu menjawab, "aku mau!"
*2 b continued*
bil, follow back blog aku ya ;)
BalasHapus