"Cecil!!" teriak seorang gadis.
Cecilia menoleh. oh. ternyata Geraldine, sahabatnya.
"Kau.. tunggu aku!!!" seru Geraldine. ia berlari-lari menghampiri Cecilia.
"Hei, Cecil! bukannya kau berjanji padaku akan berangkat bersama hari ini?" tuntutnya.
Cecil menepuk keningnya.
"Maaf, aku lupa," katanya.
Geraldine mendengus.
"Kau selalu lupa," keluhnya.
"Maaf," ulang Cecil sambil tersenyum memelas.
"ooooh, baiklah, kau dimaafkan." Geraldine tersenyum.
Mereka pun berjalan menuju sekolah mereka.
Saat istirahat siang....
"Hei, Cecil, kau tidak lupa membawa shortcake, kan?" seru Geraldine dari belakang Cecil. Cecil mengangguk.
"BAGUS!" sorak Geraldine. "Ayo, makan di mejaku, yuk!"
Bergegas Cecil membuka kotak makanannya, lalu mengambil Shotcake-nya.
Tapi, di tengah jalan menuju meja Geraldine, Andrew yang sedang berlari mengejar bola yang dilemparkan temannya, menabrak Cecil. Shortcake-nya pun terjatuh. Dan terinjak oleh Andrew.
"Yaaaah..... sepatuku kena krim! Ini semua salahmu, Cecilia!!" gerutu Andrew.
Cecilia hanya terdiam. Matanya merah, pertanda ada air mata yang keluar. Andrew melihatnya.
"Hahaha.... dasar kau cengeng!! Cengeng, cengeng, cengeng, cengeng...." ejek Andrew.
Tanpa dikomando, Cecilia berlari keluar kelas menuju kamar mandi. Ternyata dia disusul oleh Geraldine.
"Hei, Cecilia, kau tak apa?" tanya Geraldine.
Cecilia mengangguk pelan.
"Benar kau tak apa? Jawab dengan jujur!"
Cecil langsung menggeleng. Geraldine tersenyum.
"Sudahlah, shortcake-nya kan bisa kaubuat lagi nanti," hibur Geraldine.
"Ta.. tapi.. itu.. shortcake buatan kakakku..." isak Cecilia.
"Yah, kau bisa meminta kakakmu membuatnya besok, bukan?" kata Geraldine lagi.
"Mu.. mungkin saja.. ta.. tapi.. tadi malam.. kakakku kecelakaan," kata Cecilia.
Geraldine terkejut.
"Hah? Lalu, kapan kakakmu membuatnya?"
"Ke-kemarin siang." ujar Cecilia.
Geraldine mendesah pelan.
"Huh, dasar kau ini tertutup sekali! Mengapa kau tidak bilang, ha? Jangan memendam perasaanmu sendiri, dong!"
"M.."
"Maaf? aku lupa? begitu?" potong Geraldine. Cecilia mengangguk, tersenyum kecut.
"Kebiasaan kau ini!"
to be continued...
BalasHapus